Saya kurang piknik atau kebanyakan piknik (maybe)
entahlah
yang pasti kewajiban sebagai mahasiswa terlaksana dan masih bisa jalan-jalan.
walaupun belum bisa jauh (read : ga diijinin)
hampir 6 tahun di jogja, ada kesedihan tersendiri, gabisa sering posting foto instagram dengan hashtag #explorejogja
dan sekarang saya semester 6 bung, udah mulai memasuki fase "mahasiswa tua" suatu istilah yang membanggakan sekaligus mengerikan.
sebelum manusia-manusia disekitar saya dan saya sendiri sibuk kp, TA dan nyusun skripsweet... let me present to myself
BUCKET LIST
1. Candi Ratu Boko (*)
2. Punthuk Setumbu
3. Kalibiru
4. Air terjun (*)
5. Hutan pinus (*)
6. Snorkeling
7. Pantai (*)
9. Sunrise kebun buah mangunan
10. Trampolin di Taman Pelangi
NB :
(*) kalo yang ditandai seperti itu sudah terlaksana, yay !
so excited to do this.
for the last, thank you buat semua yang membantuku memenuhi all my bucket list !!!
with love,
hepi
There is only one happiness in this life, to love and be loved. Love is always bestowed as a gift - freely, willingly and without expectation. We don't love to be loved; we love to love.
Jumat, 24 Februari 2017
Jumat, 27 Maret 2015
Ikan Sidat a.k.a Sogili
Hai semua, kali ini aku ingin
sedikit berbagi pengetahuan mengenai ikan sogili. Tau gak ikan sogili itu apa?
Nah, ikan sogili adalah nama lokal dari ikan sidat. Masyarakat kabupaten Poso,
Sulawesi Tengah, menyebut ikan sidat dengan sebutan ikan sogili.
Ehm, kalo gitu pernah nonton avatar kan ? inget unagi yang di avatar ? kira-kira begitulah gambaran sogili, hehehe gak ding, gak se-menyeramkan itu.
Ehm, kalo gitu pernah nonton avatar kan ? inget unagi yang di avatar ? kira-kira begitulah gambaran sogili, hehehe gak ding, gak se-menyeramkan itu.
Tulisan dibawah ini adalah sepenggal
dari proyek kami (aku dan beberapa teman) yang di bimbing oleh kakak-kakak dari
Dinas Pariwisata Kabupaten Poso kala itu.
Jadi tuh, pas jaman SMP, sekolahku
tercinta, SMP Negeri 1 Poso Kota Utara mewadahi sebuah proyek kecil-kecilan
yang dicetuskan oleh kepala sekolah dan 3 orang siswa/siswi nya waktu itu
mengenai pemanfaatan ikan sidat. Dan setelah itu, proyek tersebut dimulai dan kami
awalnya dibekali dengan pengenalan mengenai ikan sidat atau sogili itu sendiri
dari Dinas Pariwisata Kabupaten Poso. Ikan sidat sendiri merupakan hewan
endemik kabupaten Poso. Dimana salah satu spesies terbaik ikan sidat, hidup di
perairan danau Poso dan tidak ditemukan di daerah lain.
Jadi, selamat membaca !
- Pendahuluan
Banyak orang mengira
ikan sidat (Anguilla,spp) adalah
belut, karena bentuknya yang menyerupai belut. Tetapi sebenarnya ikan sidat
merupakan sejenis ikan (pisces) yang hidup di air tawar. Kalau belut terkenal
sebagai tukang caplok anak-anak ikan, maka ikan sidat lebih gawat lagi karena
memakan apa saja yang hidup di air.
Ikan sidat tersebar di
berbagai daerah perairan di dunia. Dari 18 spesies ikan sidat yang ada
diseluruh dunia, 7 jenis diantaranya hidup di perairan Indonesia. Dan salah
satu spesies terbaiknya hidup di perairan air tawar yang ada di kabupaten Poso.
Di berbagai daerah
nama ikan sidat bisa berbeda-beda. Di kabupaten Poso sendiri, ikan ini lebih
dikenal masyarakat dengan sebutan ikan sogili.
Ikan sidat merupakan
salah satu jenis ikan yang sangat laku di pasar internasional(Jepang, Hongkong,
Belanda, Jerman Italia dan beberapa negara lain). Dengan demikian Ikan ini
memiliki potensi sebagai komoditas ekspor yang tentu saja sangat menguntungkan.
Potensi sumber daya
ikan sidat yang dimiliki negara Indonesia khususnya kabupaten Poso cukup besar,
karena ikan sidat merupakan salah satu kekayaan laut Indonesia. Tidak seperti
halnya negara-negara lain, di Indonesia sumber daya ikan sidat belum banyak
dimanfaatkan. Yang sebenarnya, jika dimanfaatkan dengan optimal, sumber daya ikan sidat tersebut dapat
memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat dan negara Indonesia. Baik
dalam bidang kesehatan lewat kandungan gizi yang dimiliki ikan sidat maupun
dalam bidang ekonomi sebagai komoditas ekspor.
- Ikan sidat
Sepintas lalu bentuk sidat sangat mirip dengan belut.
Warna kulit cokelat kehitam-hitaman dan agak memutih pada bagian perut. Tapi
sidat berbeda dengan belut. Sidat mempunyai sirip dada, sirip dubur, dan sirip
ekor yang menyatu dengan sempurna. Sidat juga mempunyai jari-jari sirip yang
lunak. Karena adanya jari-jari sirip yang lunak inilah, orang awam lebih suka
menyebutnya sebagai belut bertelinga.
Dari 18 spesies ikan sidat air tawar yang
teridentifikasi di dunia, 7 jenis diantaranya hidup di perairan Indonesia.
Yaitu ikan sidat jenis Anguilla
Marmorata, Anguilla Celebensis, Anguilla Acentralis, Anguilla Borneoensis,
Anguilla Bicolor, Anguilla Bicolor Pacifia, dan Anguilla Nebulosa.
Pada umumnya ikan sidat menyebar di daerah-daerah yang
berbatasan dengan laut dalam. Di perairan daratan(inland water) ikan sidat
hidup di perairan estuaria(laguna) dan perairan tawar(sungai, rawa, dan danau)
dataran rendah hingga dataran tinggi.
Meskipun sidat hidup dan besar di air tawar, tapi
setelah dewasa dan ingin berpijah (bereproduksi) ikan sidat kembali beruaya ke
laut dalam.
Yang dimaksud dengan ruaya adalah perpindahan (migrasi)
pada ikan untuk mencari tempat hidup tempat hidup atau suasana yang lebih cocok
bagi kepentingan ikan tersebut.
Pada ikan sidat, ruaya dimaksud untuk mencari tempat
pemijahan yang sesuai dan menguntungkan bagi perkembangan telur dan larvanya
setelah menetas nanti.
Setelah menetas dan menjadi larva, mereka akan berenang
menuju muara-muara sungai selanjutnya menuju sungai-sungai, rawa-rawa dan danau
di daerah daratan. Jadi laut bebas hanya dijadikan sebagai tempat pemijahan
saja.
Ikan sidat juga dikategorikan sebagai ikan yang kuat,
karena perjalanan yang dilaluinya saat beruaya ke laut. Di Poso, untuk menuju
laut lepas dari danau Poso ikan sidat harus melewati air terjun sulewana dan sungai poso. Air terjun sulewana terkenal dengan debit airnya yang kuat, sehingga didirikan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dilokasi air terjun tersebut, elain itu sungai poso memiliki panjang sekitar 68 km. Jadi dapat dibayangkan medan yang harus dilewati oleh ikan sidat yang hidup di danau poso untuk migrasinya.
Bagi ikan sidat Eropa dan Amerika yang hidup di
sungai-sungai benua tersebut, sewaktu memijah akan berenang menuju laut
Sargasso (Atlantik), maka ikan sidat Jawa dan Sumatera berpijah di samudera
Hindia. Sementara ikan sidat Sulawesi di lautan teduh (samudera Pasifik).
- Kandungan Gizi Ikan Sidat
Ikan sidat adalah sejenis ikan yang mempunyai nilai gizi
sangat tinggi., kaya akan proteinserta vitamin D dan E, serta mempunyai
mucoprotein yang kaya, disebut sebagai asam amino lemak ganggang dan asam
ribonukleat.
Penelitian kedokteran modern menemukan bahwa kandungan
vitamin dan mikronutrien dalam ikan sidat sangat tinggi, diantaranya kandungan
vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin A. Masing-masing adalah 25 kali lipat, 5
kali lipat dan, 45 kali lipat dari susu sapi. Kandungan zinc(emas otak) 9 kali
lipat dari susu sapi.
Dibanding ikan
salmon, ikan sidat mengandung DHA(Decosahexaenoic
Acid), zat wajib untuk pertumbuhan anak sebanyak 1.337 mg/ 100 gr,
sementara ikan salmon hanya748 mg/100 gr. Ikan sidat memiliki kandungan EPA(Eicosapentaenoic Acid) sebesar 742 mg/
100 gr sementara, ikan salmon hanya 492 mg/ 100 gr. Selama ini kita mengetahui bahwa ikan salmon sangat bergizi dan sangat bermanfaat untuk kecerdasan otak kita, tapi ternyata masih ada lagi ikan yang memiliki kandungan gizi melebihi ikan salmon.
Ikan sidat juga mengandung berbagai asam lemak tak jenuh
yang tinggi, yang tidak ada pada hewan lainnya, sehingga dapat menjadi makanan utama yang memenuhi nafsu
makan manusia, tanpa perlu kuatir badan akan menjadi gemuk. Mengonsumsi ikan
sidat secara teratur dapat mendorong terbentuknya lemak fosfat dan perkembangan
otak besar, bermanfaat untuk meningkatkan daya ingat. Juga memperbaiki
sirkulasi kapiler, mempertahankan tekanan darah normal, dan mengobati pembuluh
darah otak.
Dengan mengonsumsi ikan sidat pula dapat mengatur
imunitas tubuh manusia, sebagai anti oksidan, menghilangkan racun tubuh, serta
memperlambat penuaan.
Oleh karena itu, ikan sidat sangat berharga. Sejak zaman
dahulu telah mendapat nama harum seperti ginseng air, emas lunak dan lain-lain.
Sebenarnya sih, aku hanya sesekali doang makan
sogili. Karena harganya yang cukup mahal dan kalo hanya makan seekor itu gak
cukup. Hehe rasanya tuh....maknyuuuusssssss!!! Apalagi kalo dibakar dan dimakan
dengan dabu-dabu(sambel khas sulawesi).
Kalo pengen tau lebih lengkap mengenai sogili,
silahkan berkunjung ke kotaku..... Poso yang permai. Dan langsung aja cuss ke
kota wisata di pinggiran danau Poso, kota Tentena.
Rabu, 11 Februari 2015
Dear Future Husband....
Liat judulnya gak? Liat lah ya pastinya. Aku agak-agak gimana gitu mau nulis dengan judul diatas.... But i got a challenge from my Odot's Mother (Giovanna Christabel,red) untuk nulis tentang ini. So, kalian juga bisa baca di giochristabel.blogspot.com mengenai future husbandnya.
Okay, here we go...
Bicara masalah future husband, aku sih gak terlalu mikirin itu. Aku jadi agak kepikiran set
Tapi tetep aja gara-gara denger itu aku jadi salting kalo ketemu anaknya. Entah kenapa, hahaha bayangin aja si dia di suruh anterin kue ke rumah, aku hanya buka pintu terus langsung aku tutup lagi manggil Mama, ninggalin orangnya berdiri kayak orang bego di teras depan rumah. Meskipun akhirnya aku juga yang disuruh ngambil kuenya. Hahahaa
Tapi dari dulu emang aku punya komitmen, siapapun dia, minimal harus seperti sosok Papa ku. Rincinya tuh kayak gini, kalo dia yang nanti jadi pendamping aku harus seseorang yang Takut akan Tuhan Yesus dan dewasa dalam iman, singkatnya dia seorang Kristen Protestan yang taat. Dan itu hukumnya wajib.
Terus namanya pendamping masa depan idaman tuh mapan seperti Papa lah yaa, Mama Papa udah ongkosin mahal-mahal buat dapat pendidikan yang baik biar nanti bisa dapat kerjaan yang baik juga, jadi jika Tuhan berkenan, pengennya yang bisa hidupin aku dan anak-anak nanti biar gaji aku bisa di tabung buat investasi masa depan, sama buat belanja lah yaa, sama keperluan lain yang tak terduga :D
Satu hal lagi nih dia harus mengasihi keluarga ku sebagaimana dia mengasihi aku. Aku besar di keluarga yang cukup dekat satu sama lain, jadi aku harap gimana dia sayang ke aku gitu juga ke keluargaku terutama mama, papa, nenek dan adiku. (aku gak kebayang kamu, my future husband gimana ketemu sama keluarga ku. Aku udah pernah liat para calon menantu di keluarga ku di sidang oleh keluarga besar yang memastikan dia harus sayang sama kami semua, dan ekspresi mereka.........luar biasa tegang)
Setelah menulis segala sesuatu yang di atas, aku jadi mikir nanti jadi future wife yang kayak apa ya ? (sebenarnya tadi agak bingung mau mau nulis apa aja dengan judul kayak gitu, jadi aku nanya ke Gio. Dia bilang kamu bisa nulis mau jadi wife yg gimana nantinya hehehe)
Emm, aku pengen jadi wanita karir, terutama aku ingin tetep karir ku sebagai seorang geologist tercapai. Bisa terus berdinamika dengan keluarga tapi juga masih bisa berdinamika dengan alam. Meskipun tetap bekerja. Aku maunya sih bisa selalu nyiapin sarapan, makan siang dan makan malam buat suami dan anak-anak. Bisa nyiapin segala keperluan keluarga dan anter-jemput anak sekolah, ikut parents meeting di sekolahan anak hahaha :D dan sesungguhnya pada waktunya aku pengen berhenti bekerja dan fokus pada keluarga, #eakkk kayak mama ku ituloh, aku tiap pulang sekolah ada mama dirumah, trus papa pulang kantor udah di siapin teh/kopi nya, jadi hampir tiap soreh selalu ada waktu nge-teh bersasma. Papa jarang makan siang diluar, hampir selalu di rumah. Mama tuh bela-belain merelakan gelar insinyurnya yang di dapat dengan susah payah disimpan di rumah aja demi ngurus keluarga (pengen nyontoh mama) :3
Thats all my dream (gak bener-bener semuanya sih, kamu bisa nanya langsung aku tentang hal itu dan aku jamin bakal blak-blakan ngomong masalah itu bwahahaha tapi gak cukup nyali buat nulis disini), and in the name of Jesus, i hope it will become true.
So,
Dear my future husband, whoever you are, i hope you can read this one (setidaknya bisa jadi bahan acuan lah yaa) hehehe :')
Langganan:
Postingan (Atom)




