Hai, selamat datang di blog ku ! Aku sangat senang menulis. Dan aku menulis segala sesuatu yang aku senangi. Inilah kisah hidup ku, pemikiran ku, mimpi ku dan ilmu yang ingin ku bagi .. Semoga bermanfaat bagi teman-teman semua dan dapat menambah pengetahuan, Happy Reading !

Rabu, 11 Februari 2015

Dear Future Husband....

Liat judulnya gak? Liat lah ya pastinya. Aku agak-agak gimana gitu mau nulis dengan judul diatas.... But i got a challenge from my Odot's Mother (Giovanna Christabel,red) untuk nulis tentang ini. So, kalian juga bisa baca di giochristabel.blogspot.com mengenai future husbandnya.

Okay, here we go...
Bicara masalah future husband, aku sih gak terlalu mikirin itu. Aku jadi agak kepikiran set
elah di kota ku lagi nge-trend kisah perjodohan, ada nih sepupu jauh aku di jodohin sama anak temen Papaku. Dan aku bener-bener ketawa sengakak-ngakaknya pas temen mama ku tiba-tiba keceplosan "coba kalo seagama, tya mau saya jodohkan sama si .....(nama anaknya)" ya ampun om, ini jaman apa kok pake acara perjodohan...
Tapi tetep aja gara-gara denger itu aku jadi salting kalo ketemu anaknya. Entah kenapa, hahaha bayangin aja si dia di suruh anterin kue ke rumah, aku hanya buka pintu terus langsung aku tutup lagi manggil Mama, ninggalin orangnya berdiri kayak orang bego di teras depan rumah. Meskipun akhirnya aku juga yang disuruh ngambil kuenya. Hahahaa
Tapi dari dulu emang aku punya komitmen, siapapun dia, minimal harus seperti sosok Papa ku. Rincinya tuh kayak gini, kalo dia yang nanti jadi pendamping aku harus seseorang yang Takut akan Tuhan Yesus dan dewasa dalam iman, singkatnya dia seorang Kristen Protestan yang taat. Dan itu hukumnya wajib.
Terus namanya pendamping masa depan idaman tuh mapan seperti Papa lah yaa, Mama Papa udah ongkosin mahal-mahal buat dapat pendidikan yang baik biar nanti bisa dapat kerjaan yang baik juga, jadi jika Tuhan berkenan, pengennya yang bisa hidupin aku dan anak-anak nanti biar gaji aku bisa di tabung buat investasi masa depan, sama buat belanja lah yaa, sama keperluan lain yang tak terduga :D
Satu hal lagi nih dia harus mengasihi keluarga ku sebagaimana dia mengasihi aku. Aku besar di keluarga yang cukup dekat satu sama lain, jadi aku harap gimana dia sayang ke aku gitu juga ke keluargaku terutama mama, papa, nenek dan adiku. (aku gak kebayang kamu, my future husband gimana ketemu sama keluarga ku. Aku udah pernah liat para calon menantu di keluarga ku di sidang oleh keluarga besar yang memastikan dia harus sayang sama kami semua, dan ekspresi mereka.........luar biasa tegang)

Setelah menulis segala sesuatu yang di atas, aku jadi mikir nanti jadi future wife yang kayak apa ya ? (sebenarnya tadi agak bingung mau mau nulis apa aja dengan judul kayak gitu, jadi aku nanya ke Gio. Dia bilang kamu bisa nulis mau jadi wife yg gimana nantinya hehehe)
Emm, aku pengen jadi wanita karir, terutama aku ingin tetep karir ku sebagai seorang geologist tercapai. Bisa terus berdinamika dengan keluarga tapi juga masih bisa berdinamika dengan alam. Meskipun tetap bekerja. Aku maunya sih bisa selalu nyiapin sarapan, makan siang dan makan malam buat suami dan anak-anak. Bisa nyiapin segala keperluan keluarga dan anter-jemput anak sekolah, ikut parents meeting di sekolahan anak hahaha :D dan sesungguhnya pada waktunya aku pengen berhenti bekerja dan fokus pada keluarga, #eakkk kayak mama ku ituloh, aku tiap pulang sekolah ada mama dirumah, trus papa pulang kantor udah di siapin teh/kopi nya, jadi hampir tiap soreh selalu ada waktu nge-teh bersasma. Papa jarang makan siang diluar, hampir selalu di rumah. Mama tuh bela-belain merelakan gelar insinyurnya yang di dapat dengan susah payah disimpan di rumah aja demi ngurus keluarga (pengen nyontoh mama) :3

Thats all my dream (gak bener-bener semuanya sih, kamu bisa nanya langsung aku tentang hal itu dan aku jamin bakal blak-blakan ngomong masalah itu bwahahaha tapi gak cukup nyali buat nulis disini), and in the name of Jesus, i hope it will become true.
So,
Dear my future husband, whoever you are, i hope you can read this one (setidaknya bisa jadi bahan acuan lah yaa) hehehe :') 

Senin, 01 Desember 2014

I am 1/27 of Geoladies

Sebuah kebahagiaan dan kebanggaan menjadi keluarga besar Pangea 2014. Pangea sendiri adalah simbol dari mahasiswa Teknik Geologi UPN "Veteran" Yogyakarta. Yap, saya sekarang mengambil jurusan Teknik Geologi di Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta, salah satu universitas swasta yang baru saja dinegrikan. UPN dikenal dengan Fakultas Teknologi Mineralnya yang menjadi ikon universitas ini dengan program studi teknik geologi, teknik pertambangan, teknik perminyakan, teknik lingkungan dan teknik geofisika. Bisa dibilang UPN tanpa FTM bukanlah UPN. UPN merupakan salah satu universitas dengan program studi teknik geologi yang terbaik di Indonesia dan saya bangga menjadi bagian didalamnya.

Menjadi salah satu dari kedua puluh tujuh mahasiswi dan salah satu dari dua ratus satu mahasiswa/mahasiswi teknik geologi 2014, kali ini say ingin sharing beberapa hal mengenai kehidupan sebagai mahasiswa teknik Geologi.
Awalnya saya ingin masuk ke teknik perminyakan dan ingin tetap stay di Jogja, jadi saya memilih UPNV Yogyakarta sebagai salah satu universitas di Jogja yang memiliki jurusan teknik perminyakan yang cukup baik. tetapi setelah tes beberapa kali, saya tidak lolos di jurusan teknik perminyakan. dan akhirnya saya membanting stir ke teknik geologi. mengapa tidak memilih pertambangan? karena pikir saya, di Geologi saya mempelajari mengenai perminyakan sekaligus pertambangan, jadi nanti bisa lebih leluasa memilih bidang yang hendak saya tekuni. Akhirnya saya mengikuti tes dengan pilihan Teknik Geologi. dengan sekali tes, saya langsung lolos. dan sekarang saya sangat bersyukur karena di arahkan di jurusan yang menurut saya lebih baik. Teknik Geologi UPNV Yogyakarta memiliki 5 guru besar yang sangat menguasai bidangnya, sebut saja Prof Sari, rektor tercinta, merupakan ahli Hidrologi pertama Indonesia dan beliau adalah seorang wanita!

Alasan utama dan terutama saya memilih jurusan teknik geologi sebenarnya adalah mata kuliah dasarnya mengenai fisika, kimia dan matematika yang cukup saya senangi, selain itu saya senang dengan adventure dan mencoba hal-hal yang baru, saya sama sekali tidak memiliki background keluarga Geologist dan benar-benar buta mengenai Geologi. Saya baru mencoba mengenal geologi setelah memutuskan untuk memilih jurusan tersebut dengan membaca beberapa artikel mengenai teknik Geologi di Internet. Melihat dari sisi prospek kerja dimasa depan, para Geologist masih cukup cerah secerah mentari didalam maupun diluar negeri.
Pada awal-awal masa kuliah, kami seangkatan benar-benar berusaha membangun kekompakan dan meningkatkan persaudaraan agar dapat benar-benar menjiwai jiwa korsa, yaitu kehormatan, kebanggaan dan kebersamaan. 
Dan pada akhir oktober lalu kami para mahasiswa baru mengemban sebuah tugas kehormatan untuk mengarak kakak-kakak kami yang akan diwisuda. Disini saya merasakan kekeluargaan yang luar biasa. Bagaimana kami bekerja sama dan bersusah payah latihan sampai malam hari untuk mempersiapkan arak-arakan yang spesial buat kakak-kakak kami yang sekarang telah menjadi seorang geologist sejati merupakan pengalaman berharga, sehingga arak-arakan teknik Geologi tahun ini sangat meriah dan luar biasa. Dengan harapan 4 tahun kedepan, kami bisa di arak minimal seperti kami mengarak kakak tingkat kami.
Setelah menjalani masa kuliah, banyak hal baru yang saya temukan. Disamping mata kuliah dasar yang saya sebutkan diatas, saya juga mendapat mata kuliah mengenai Geologi Dasar. Di mata kuliah itu saya mempelajari lebih dalam lagi mengenai Bumi kita tercinta ini, unsur-unsurnya, proses yang terjadi di dalam maupun di permukaan bumi dan masih banyak lagi hal-hal baru yang saya dapatkan.
Ada pula mata kuliah Mineralogi. Dimana saya mempelajari mengenai mineral-mineral penyusun batuan yang ada dibumi ini. Selain itu disemester pertama ini saya mengikuti praktikum pertama dari dua puluh praktikum yang ada di teknik geologi UPNV Yogyakarta, yaitu Praktikum Kristalografi dan Mineralogi. Jika di Mata kuliah Mineralogi kami mempelajari teori-teori mengenai mineral, di praktikum yang disikat Krismin ini kami berjumpa langsung dengan mineral-mineral penyusun batuan serta mempelajari mengenai bentuk geometri/bentuk kristal dari mineral (Kristalografi). Suatu pengalaman yang baru bisa berinteraksi dengan mineral-mineral seperti kuarsa, magnetit, manganit, pyrit, galena dan masih banyak lagi.
Disamping kegiatan perkuliahan, kami juga dibimbing oleh para guider kami, yaitu kakak-kakak tingkat kami yang selalu bersedia menjadi tempat kami bertanya jika ada yang belum kami mengerti, mengajari kami mengenai kompas geologi dan juga yang mengenalkan kami pada lapangan-lapangan geologi.

Satu lagi pengalaman baru yang saya dapatkan sejak menjadi mahasiswa teknik geologi, yaitu pengalaman mendaki gunung. Pada umumnya, di teknik geologi saudara-saudara saya yang cowok senang mendaki gunung. beberapa dari mereka sudah sering melakukan pendakian. beberapa kali mereka mengajak kami yang cewek untuk ikut mendaki, dan pada akhirnya saya melakukan pendakian pertama saya ke Gunung Prau, Dieng, Wonosobo. Gunung Prau memiliki ketinggian 2575 mdpl dan merupakan puncak pertama yang saya taklukan. Di Puncak Gunung Prau, kami menikmati keindahan Sunrise yang sangat indah. Postingan selanjutnya akan membahas mengenai pengalaman saya mendaki Gunung Prau dan Keindahan Golden Sunrisenya.




High School Time

Finally, aku jadi mahasiswa. Bahagia sih, bisa masuk ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Tapi ada kesedihan tersendiri saat harus berpisah dengan mereka yang selalu ada untukku selama tiga tahun belakangan ini. Maklum, anak asrama. Makan bareng, tidur bareng, belajar bareng, belanja bareng, nangis bareng, ketawa bareng. Tiap kali sakit gak sendirian. Selalu ada yang ngurusin, sampe ada yang bela-belain gak ikut jam belajar demi nemenin aku di kamar. Hekzzz itu sih modus mereka aja biar gak ikut jam belajar wkwkwk
Terlalu banyak hal yang dilakukan bersama, sampe-sampe rasanya aneh sekarang ngelakuinnya sendiri. Ke warnet sendirian, oh noo dulu aku ke warnet pasti sama anak-anak buat nyari film.
Oke, itulah masa SMA. Sekarang udah kuliah, kudu mesti harus lebih mandiri lagi. Sekarang di kampus isinya udah gak cewek semua, jadi gak boleh lupa sisiran dulu sebelum berangkat kampus. Sekarang di kampus isi nya bukan anak-anak yang suaranya kayak TOA semua, jadi harus ketawa yang baik dan bener (kudu belajar caranya).
Ah kadang aku kangen masa-masa itu. Saat kamu gak perlu sisiran ke sekolah setelah keramas, saat kamu gak perlu terlalu memperhatikan penampilan ke sekolah, saat kamu gak perlu gonta-ganti sepatu sampe buluk pun gakpapa (duuh, kangen sepatu kets putih itu), saat kamu bisa tertawa sekenceng-kencengnya tanpa takut ada yang liatin, dan masih banyak lagi hal-hal konyol yang gak bakal kamu temui dimanapun.
Sekarang anak-anak itu telah menjelma menjadi putri-putri sejati yang unggul dan selalu ceria, serta berkepribadian mandiri yang telah mengemban amanah sebagai melati STERO yang telah mekar dan siap mengharumkan nama STERO dimanapun mereka berada.
Aku bangga telah diberikan kesempatan berdinamika disekolah yang luar biasa ini, SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. Anak-anaknya yang langka, tidak ditemukan disekolah manapun. Guru-gurunya luar biasa yang bisa menjadi teman curhat, teman bermain sekaligus mengajari pelajaran. Ah aku kangen melihat mereka menyambut siswi-siswi datang di depan sekolah setiap paginya dengan wajah yang bahagia :’)

Sekolah yang melatihku menjadi wanita yang kuat menghadapi segala sesuatu, mandiri dan bersahaja. Sekolah yang melatihku menjadi pribadi yang berbela rasa dan memiliki sikap simpati dan empati yang tinggi, peka terhadap lingkungan, menghargai sebuah proses dan tidak menyerah dalam perjuangan.