Hai, selamat datang di blog ku ! Aku sangat senang menulis. Dan aku menulis segala sesuatu yang aku senangi. Inilah kisah hidup ku, pemikiran ku, mimpi ku dan ilmu yang ingin ku bagi .. Semoga bermanfaat bagi teman-teman semua dan dapat menambah pengetahuan, Happy Reading !

Senin, 12 November 2012

Yang Unik dari Sungai Rhein




Sungai Rhein ini sangat terpenting Eropa, panjangnya 1320 km dan yang dapat dilewati kapal 883 km. Yang membelah Jerman dibagi dalam 3 bagian, Oberrhein, Mittelrhein dan Niederrhein ...
Sungai Rhein, selain merupakan perairan transportasi terpenting di Jerman, juga menjadi salah satu sumber atraksi wisata. Karena keindahan pemandangan di sepanjang sungai. Nama Rhein sendiri berasal dari bahasa keltis yang artinya mengalir. Bermata air di Kanton Graubünden, Swiss. Bermuara di Laut Utara di Belanda.
Daerah aliran sungai antara Mainz dan Köln, melewati kota-kota kuno, perkebunan anggur, benteng-benteng masa silam, istana-istana petinggi jaman dulu. Tak heran jika daerah ini sejak tahun 2002 ditetapkan sebagai cagar budaya Unesco.
Sungai yang bersumber dari pegunungan Alpen dan mengalir melalui berbagai kota yang indah : Basel di Swiss, Strasbough di Perancis, dan terus menembus Jerman melalui kota-kota yang damai : Mainz, Koblenz, Bonn, Cologne, Duesseldorf juga kota-kota kecil lainnya itu ternyata menjadi gantungan harapan oleh manusia di sekitarnya yang begitu mencintainya..
Tugu perbatasan tiga Negara di Sungai Rhein
                    Jembatan Gembok Cinta                                     
Di atas sungai Rhein, berdiri kokoh jembatan berbentuk parabol. Namanya, Jembatan Hohenzollern alias Hohenzollenbruecke. Ini adalah jembatan kereta dari Stasiun Koeln Hauptbahnhof menuju ke berbagai kota. Di sampingnya ada jalur pedestrian yang cukup lebar untuk orang dan sepeda.  Melihatnya dari tepian Rhein ini, tidak cukup membuat orang-orang terkesima. Tapi teman, tahukah kalian cerita soal gembok cinta yang ‘menggelendoti’ tepian sepanjang jembatan tersebut?    
Di sepanjang pagar jembatan yang merentang 409 meter itu, barulah kita bisa melihat tradisi cinta unik orang Jerman, gembok cinta. Pagar anyaman kawat yang membatasi sisi pedestrian dengan jalur kereta api, penuh Jembatan ini adalah salah satu destinasi favorit pasangan yang sedang mabuk. Ribuan bahkan mungkin jutaan gembok bertuliskan nama pasangan dikaitkan erat di sini.  dengan aneka bentuk dan jenis gembok. Kebiasaan ini sudah berlangsung sejak tahun 2008. Setiap gembok digravir dengan nama pasangan yang sedang jatuh cinta, terkadang di tambah pula dengan tanggal hari jadi hubungan asmara mereka. Bedanya dengan tradisi gembok cinta di Seoul, Korsel adalah, pasangan di Cologne hanya menggunakan satu gembok saja yang ditulis dengan dua nama.

Minggu, 11 November 2012

THE RIGHT PARNER


2 Korintus 6 : 11-18
2 korintus 6 : 14a
            “ Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya”.

            Sobat muda ! Bolehkah orang percaya berpacaran dengan orang yang tidak seiman ? ini adalah pertanyaan yang seringkali ditanyakan oleh kaum muda Kristen. Apa kata firman Tuhan tentang hal ini ??
            Marilah kita perhatikan apa yang dikatakan oleh rasul paulus dalam ayat renungan kita. Ayat kunci dari pasal 6 ini adalah, pada ayat 1. Paulus menghimbau agar orang percaya tidak membuat sia-sia kasih karunia Allah yang telah diterima. Bagaimana caranya supaya kasih karunia Allah tidak sia-sia dalam kehidupan orang percaya ? jawabannya adalah “janganlah menjadi pasangan yang tidak seimbang”. Maksudnya agar orang percaya tidak dengan secara sukarela atau berhubungan intim dengan orang yang tidak percaya. Karena hubungan seperti itu dapat merusak hubungan orang-orang percaya dengan Kristus. Sebabnya adalah karena tidak ada persamaan antara kebenaran dan kedurhakaan, antara terang dan gelap tidak akan pernah bersatu, antara Kristus dan belial, dan antara bait Allah dan berhala.
            Memang hak tiap-tiap orang untuk memilih dengan siapa ia berpacaran, namun tetap pilihan itu harus didasari dengan firman Tuhan. Namun sayangnya seringkali ada begitu banyak orang percaya yang mencoba-coba membuat keputusan mereka bisa diterima dengan akal, misalnya mengatakan, “ia bukan orang Kristen tapi ia baik”, atau “ia bukan Kristen tapi ia begitu sopan dan diantara kami ada kesamaan, nantikan ia di ajak ke gereja”.
Sobat, semua alasan itu tidak bisa dijamin. Tetap saja ada perbedaan yang sangat jelas antara orang percaya dengan orang yang tidak percaya. Orang yang percaya dan orang yang tidak percaya, tidak mempunyai dasar untuk menjadi intim secara rohani.
Sobat, pikirkan masak-masak sebelum kamu mengambil keputusan berpacaran dengan orang yang tidak seiman. Lebih baik fokuslah pada studimu saat ini, sambil kamu terus berdoa dan meningkatkan kualitas kerohanianmu. Semakin kerohanianmu mantap, maka itu akan menjadi modal bagi kamu untuk membangun hubungan yang mantap dengan pasangan yang tepat dikemudian hari.

Amin…

Visiting Borobudur




 Last year, my family and i went to Borobudur. Do you know borobudur ?
Okay, i will tell you about borobudur. Borobudur is the bigest temple all over the world. It is located in Magelang, central of java. It was builded in 9th century by wangsa syailendra. They were buddhism. It was dedicated as World heritage by UNESCO. Borobudur became the most famous tourist destination in Indonesia.
I never went to Borobudur yet, so i thought it would be a good chance to learned the heritage of indonesian culture.
            We started from Jogja at 2 pm and we arrived in Borobudur at 3 pm. Firstly,to went into the temple area, we should walking from parking area about 200 meters. Then in front of the temple we must wore the batik cloth that called jarit in our waist before we climbed to the ladder of borobudur. When we was climbing the ladder, i felt tired. But it wasn’t matter for me. I was so excited when i saw the top of borobudur. It was amazing because it was a fist time to me, to visit the bigest temple all over the world. And i wanted to reach the top of borobudur. It was apity, that i couldn’t go to the top of borobudur, because it was cleaning from the dust of merapi. After we satisfied to looked around a view and took some pictures on orobudur, we went down from the temple.
            Finally, at 05.30 pm, my family and i came back home. Eventhough i felt dissapointed because i couldn’t reach the top of borobudur but i was so happy to visited borobudur. And i thought we must